Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Fiksi

Anak Pupon (Bagian 2 : Kota Rana)

Gambar
Ramai dan menyenangkan, begitulah pikiran yang terlintas saat melintasi kota ini. Pemandangan yang jauh sekali aku temukan di desaku. Karena sedari lahir aku belum pernah melihat kota seramai ini, apalagi gedung-gedung yang berlomba menunjukkan siapa yang paling tinggi di kota ini. Terlihat jauh dengan desaku yang hanya terdengar deburan ombak, suara jangkrik dan binatang malam lainnya. Gelap juga sudah menjadi teman sehari-hariku di kala malam menjelang. Tapi di kota ini aku melihat kemegahan yang luar biasa dan sesekali aku memandang gedung yang menjulang tinggi sambil terheran-heran. "Ramai sekali ya bulek, malam begini masih banyak orang.", kataku kepada Mama. "Iya le, di sini kan kota, jadi ramai begini. Jangan panggil bulek lagi ya, panggil saya Mama. Kan sudah saya ajari dari tadi.", jawab Mama. "Betul, panggil saya Papa ya, jangan panggil paklek lagi lho.", sahut Papa. "Iya, maaf lupa tadi.", jawabku malu. Mereka berdua tersenyum dan terl...

Anak Pupon (Bagian 1: Tepi Pantai)

Gambar
Bagian 1: Tepi Pantai           Biarkan ini berlalu seperti angin yang terhempas diantara debur ombak lautan. Pohon kelapa yang dulu berbuah lebat, kini hanya meninggalkan satu atau dua buah saja pada tiap pohonnya. Teringat aku dulu sering bermain dengan para kawan, bernyanyi lepas dan berlari kesana kemari tanpa ada beban sedikitpun. Kini 20 tahun sudah berlalu, usiaku sudah menginjak 25 tahun. Aku dulu yang hitam khas anak pantai, kini dikatakan keturunan Bugis pun pantas saja. Perubahan pada diriku sangat melonjak drastis, yang dahulu aku hanyalah anak pantai yang tidak bisa menikmati hiruk pikuknya kota.                Keadaan pun berubah semenjak sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak setelah 15 tahun menikah, mengunjungi orang tuaku. Papa dan Mama, aku menyebutnya. Sepasang suami istri dari kota yang cukup jauh dari tempat tinggalku yang di pinggir pantai ini. Teringat sekali saat itu, Bapak dan Ib...